Jumat, 17 Mei 2013

Sejarah Pulau Batam

SEJARAH PULAU BATAM

Batam merupakan salah satu pulau yang berada di antara perairan Selat Malaka dan Selat Singapura. Tidak ada literatur yang dapat menjadi rujukan dan mana nama Batam itu diambil, yang jelas Pulau Batam merupakan sebuah pulau besar dan 329 pulau yang ada di wilayah Kota Batam. Satu-satunya sumber yang dengan jelas menyebutkan nama Batam dan masih dapat dijumpai sampai saat mi adalah Traktat London (1824). Penduduk asli Kota Batam diperkirakan adalah orang-orang Melayu yang dikenal dengan sebutan Orang Selat atau Orang Laut. Penduduk ini paling tidak telah menempati wilayah itu sejak zaman kerajaan Tumasik (sekarang Singapura) dipenghujung tahun 1300 atau awal abad ke-14. Malahan dan catatan lainnya, kemungkinan Pulau Batam telah didiami oleh orang laut sejak tahun 231 M yang di zaman Singapura disebut Pulau Ujung. Pada masa jayanya Kerajaan Malaka, Pulau Batam berada di bawah kekuasaan Laksamana Hang Tuah. Setelah Malaka jatuh, kekuasaan atas kawasan Pulau Batam dipegang oleh Laksamana Hang Nadim yang berkedudukan di Bentan (sekarang P. Bintan). Ketika Hang Nadim menemui ajalnya, pulau ini berada di bawah kekuasaan Sultan Johor sampai pada pertengahan abad ke.18. Dengan hadirnya kerajaan di Riau Lingga dan terbentuknya jabatan Yang Dipertuan Muda Riau, maka Pulau Batam beserta pulau-pulau lainnya berada di bawah kekuasaan Yang Dipertuan Muda Riau, sampai berakhirnya keraj aan Melayu Riau pada tahun 1911.
Di abad ke-18, persaingan antara Inggris dan Belanda amatlah tajam dalam upaya menguasai perdagangan di perairan Selat Melaka. Bandar Singapura yang maju dengan pesat, menyebabkan Belanda berusaha dengan berbagai cara menguasai perdagangan melayu dan perdagangan lainnya yang lewat di sana. Hal ini mengakibatkan banyak pedagang yang secara sembunyi-sembunyi menyusup ke Singapura. Pulau Batam yang berdekatan dengan Singapura, amat bermanfaat bagi pedagang-pedagang untuk berlindung dan gangguan patroli Belanda. Pada abad ke-18, Lord Minto dan Raffles dan kerajaan Inggris melakukan Barter dengan pemerintah Hindia Belanda sehingga Pulau Batam yang merupakan pulau kembar dengan Singapura diserahkan kepada pemerintah Belanda.
 
 
 
LATAR BELAKANG KOTA BATAM
 
Menurut sejarah, pengembangan Pulau Batam dapat dilihat pada tiga periode yang berbeda yakni periode masa lampau, periode pendudukan kolonial dan periode globalisasi. Perkembangan pulau Batam awalnya berasal dari Pemerintahan Kesultanan yang sekarang telah berbaur dengan Republik Singapura dan kerajaan Malaysia yang terlebih dahulu menganut paham moderat.
Sejarah pulau Batam dapat ditelusuri ketika pertama kali Bangsa Mongolia dan Indo-Aryans pindah dan menetap di kerajaan Melayu sekitar tahun 1000 M atau sebelum kerajaan Islam Malaka dan Bintan muncul serta saat datangnya Pemerintahan Kolonial Eropa yang diprakarsai oleh bangsa Portugis, Belanda dan Inggris. Sejak tahun 1513 M, pulau Batam dan Singapura telahmenjadi bagian dari kesultanan Johor. Penduduk pulau Batam sendiri berasal dari orang Melayu atau yang lebih dikenal dengan orang Selat atau orang Laut. Mereka menempati wilayah tersebut sejak zaman kerajaan Temasek atau paling tidak dipenghujung tahun 1300 M (awal abad ke-14). Referensi lain menyebutkan, pulau Batam telah dihuni orang Laut sejak 231 M.
Ketika Singapura dinamai Temasek yang dikelilingi oleh perairan, wilayah ini telah dijadikan sebagai pusat perdagangan yang dikuasai oleh Temanggung Tempatan (pemimpin wilayah).

Sumber : Modifikasi dari peta asli karya BAPPEKO Batam (1995-1998), Syamsul Bahrum Indigenous People In a Dependent Economy
Akibat dari pesatnya perdagangan tersebut membuat kerajaan Melayu Johor, Penyengat serta Lingga/Daik menjadi kuat dan mereka memperluas daerah kekuasaan sampai ke kawasan Malaka. Bukan itu saja, pulau Sumatera Bagian timur juga menjadi bagian dari kekuasaan mereka. sampai akhirnya datang bangsa Belanda dan Inggris pada tahun 1824 M, yang kemudia mengambil alih tampuk kekuasaan sekaligus menjadi daerah jajahannya dan muncullah paham politis yang baru.
Di abad ke-19, persaingan antara Inggris dan Belanda amatlah tajam dalam upaya menguasai perdagangan di perairan Selat malaka. Bandar Singapura juga maju pesat, mengakibatkan Belanda dengan berbagai cara ingin menguasai perdagangn Melayu dan aktivitas lainnya yang melewati kawasan tersebut. Terjadilah penyusupan tersembunyi yang dilkukan oleh pedagang Singapura. hal ini sangat menguntungkan pulau Batam yang berdekatan dengan Singapura sebagai tempat bersembunyi dari gangguan patroli Belanda.
Pada 17 Maret 1824, Pemerintah Inggris Baron Fagel dari Belanda menandatangani perjanjian London (Anglo-Deutch Tractate berisi : Belanda mengaku kedudukan Inggris di Malaka dan Singapura, sementara itu Bencoolen (Bengkulu, Sumatera) menjadi kekuasaan Belanda sekaligus menguasai kepuluan Riau).
Setelah kerajaan Melayu Riau yang berpusat di Lingga berpisah dari Johor, maka yang dipertuan besar bergelar Sultan membagi wilayah administrasi pemerintahan dalam kerajaan Melayu Lingga-Riau menjadi tiga bagian. Yakni kekuasaan Sultan di Daik Lingga, Yang Dipertuan Muda di Penyengat dan Tumenggung di Bulang. Ketiga wilayah ini menjadi satu kesatuan yang utuh dalam menjalankan roda pemerintahan. namun secara umum yang menjadi titik sentral dalam menjalankan roda pemerintahan di kerajaan Melayu dipegang Yang Dipertuan Muda yang berkedudukan di Penyengat.
Batam sendiri saat itu, merupakan wilayah kekuasaan Tumenggung, Tumenggung yang pertama di Bulang bergelar Tengku Besar. Sementara yang menjadi Tumenggung terakhir adalah Tumenggung Abdul Jamal. Sebagai pusat kekuasaan dan yang menjalankan roda pemerintahan, pada tahun 1898, Yang Dipertuan Muda yang berpusat di Penyengat, mengeluarkan sepucuk surat yang ditujukan kepada Raja Ali Kelana bersama seorang saudaranya untuk mengelola pulau Batam. bekal surat itulah, Raja Ali Kelana kemudia mengembangkan usahanya di pulau Batam. Slaah satunya mendirikan pabrik batu bata.
Pada tahun 1965 Temasek melepaskna diri dari Federasi Malaysia (1963-1965) untuk menjadi negara Singapura yang bebas. Pada awal kemerdekaan Indonesia tahun 1945 hingga 1957, Tanjung Pinang dinobatkan sebagai pusat pemerintahan dan bisnis di bagian Timur Sumatera. Tanjung Pinang kemudian ditetapkan sebagai ibukota propinsi Riau yang kemudian diikuti oleh Pekanbaru yang terletak di Sumatera. Semenjak itu, Tanjung Pinang resmi menjadi ibukota Kabupaten Kepuluan Riau yang melingkupi 17 kecamatan termasuk di antaranya pulau Batam.
Untuk jangka panjang, belum ada pulau lain secara relatif bisa berkembang seperti Pulau Batam yang terus mengalami pembangunan yang sangat pesat. Padahal secara turun temurun, Belakang Padang adalah kota besar dan Batam hanya suatu tempat yang hanya dijadikan sebagai destinasi kedua setelah Belakang Padang. Tahun 1957 Pulau Buluh menjadi satu kesatuan dengan pulau Batam dan menjadi bagian dari Belakang Padang sekitar tahun 1965. Sementara pada tahun 1971, dengan keputusan Presiden No. 74 / 1971, Pemerintah pusat mengumumkan secara resmi bahwa pulau Batam sebagai suatu zona industri.

Pulau Batam yang merupakan bagian dari Propinsi Riau memiliki banyak nilai tambah. Dengan modal jalur pelayaran internasional serta jarak dengan negara Singapura hanya 12.5 mil laut atau sekitar 20 Km, maka untuk memacu perkembangan di wilayah nusantara dari semua aspek kehidupan, khususnya dibidang ekonomi, maka Pemerintah Indonesia mengembangkan Pulau Batam menjadi Otorita pengembangan Daerah Industri Pulau Batam (OPDIPB).

Sejarah SMPN 9 Batam

Sejarah SMP Negeri 9 Batam


  • 1993/1994 : Tahun berdirinya SMP Persiapan dan menerima siswa baru sekitar 80 Orang. Pada Tahun Ajaran 1993/1994 masih menumpang di SDN 005 Batu Aji yang sekarang SDN 004 Sagulung.
  • 1994/1995 : SMP Persiapan berubah menjadi SMP Negeri 9 Batam dan kegiatan belajar mengajar telah pindah dari SDN 005 Batu Aji ke tempat yang baru sekitar 2 km dari simpang base camp menuju Tanjung Ucang (Jl. Brigjen Katamso km 2). Pada Tahun Ajaran 1994/1995 jumlah siswa kelas II : 88 Orang (2 rombel) dan Kelas I : 132 Oramg (3 rombel). Pasilitas/sarana : 3 kelas ruang belajar, 1 ruang majelis guru, 1 ruang kepala sekolah, 1 ruang TU, 1 ruang perpustakaan, 1 ruang Lab IPA, 1 WC siswa, 1 WC guru dan penambahan ruang kelas sebanyak 3 unit. SMP Negeri 9 Batam pertama kali di Pimpin Kepala Sekolah Ibu Hj. Siti Hapsyah Pasaribu, BA (Sekarang Alm) dengan jumlah guru 12 Orang dan TU 2 Orang.
  • 1995/1996 : Penambahan ruangan kelas 2 unit dan 4 unit WC siswa untuk putri dan 4 unit WC siswa untuk putra, tahun 1996 pertama sekali meluluskan siswa dengan sistem ujian EBTANAS pencapaian kelulusan 100%.
  • 1996/1997 : Perubahan nama sekolah dari SMP Negeri 9 Batam menjadi SLTP Negeri 9 Batam. Tahun 1997 meluluskan siswa yang ke – 2 dengan prosentase kelulusan 100%.
  • 1998/1999 : Terjadi lagi perubahan nama sekolah dari SLTP Negeri 9 Batam menjadi SMP Negeri 9 Batam. Tahun 1999 meluluskan siswa yang ke – 4 kali.
  • 2003/2004 : Pergantian kepala SMPN 9 Batam dari Ibu Hj. Siti Hapsyah Pasaribu, BA kepada Asripin, S.S. Tahun 2004 renovasi ruang majelis guru.
  • 2004/2005 : Terjadi lagi mutasi kepala SMPN 9 Batam dari Bpk Asripin,S.S kepada Bapak Haryadi,S.S.
  • 2008/2009 SMPN 9 Batam berrubah status dari Sekolah Potensial menjadi sekolah RSSN
  • Tahun 2008 terjadi pergantian kepala SMPN 9 Batam dari Bapak Haryadi, S.S kepada Bapak Drs.H.Sargono,M.Pd
  • 2010/2011 : SMPN 9 Batam Verifikasi sekolah RSSN menjadi Calon SSN
  • Oktober 2010 terjadi pergantian kepala SMPN 9 Batam dari Bapak Drs.H.Sargono,M.Pd kepada Ibu Dra.Hj.Zurnelis.
  • Oktober 2010 SMPN 9 Batam ditetapkan menjadi Sekolah SSN

Kamis, 16 Mei 2013

Puisi

Sahabat



Dulu kita selalu bersama
Mewarnai hari dengan janda tawa
Dulu kita selalu berkata
Persahabatan kita takkan sia-sia

Namun demi meniti masa depan
Kita terpisah untuk mencapai segala cita
Setiap waktu yang berlalu
Menjadi kesibukkan membaca buku

Kini aku mulai merasa sepi :(
Dan rindu itupun mulai meraut
Menghantar semua kejadian dulu
Sahabat,aku merindukanmu
Dulu ,kini ,dan selamanya

Namun semua telah berlalu
Hatiku sedih jika mengenangmu
Sahabatku ,aku merindukanmu
Seengah sanubariku rindukan kehadiranmu :'(

puisi

Indahnya Desaku

Suasana sejuk menyelimutiku hari ini
Melihat sawah yang hijau
Terasa menyejukkan hati ini
Inilah keindahan desaku yang bestari

Suara aliran air disungai
Menemani perjalananku hari ini
Pergi bersama keluarga besarku ini
Tidak membuat leah,perjalanan menuju stasiun kereta api

Distasiun kereta api
Aku menunggu kedatan kendaraan satu ini
Sungguh menyenangkan perjalanan kali ini
Mengelilingi desaku yang indah nan asri

Desa yang indah bestari
Sungguh pemandangan yang belum pernah ku alami
Pulang kampungku yang pertama ini
Menjadi pengalaman nan indah sekali

Ohh,desaku yang indah nan asri

puisi

MUTIARA SETAN


Ketika dulu kita selalu bersama
Bercanda tawa ,curhat ,dan saling mendengarkan satu sama lain
Karna curhatan ,kau tau semua tentang diriku !
Tanpaku tau!kau beberkan semuanya dibelakangku.

Aku tau !!!
Sudah lama kau tak senang denganku
Kau hanya berani lewat pesan
Kau membenci dan mengejekku
Bukan aku tak tau !




Sifat sok mu!
Sifat setanmu!
Asalkan kau tau !aku tak akan membencimu,jika kau tak memulaidhulu semua itu!
Dan kau bodoh!kau menjeberkan curhatan kita dahulu!
Semua cerita seenaknya saja kau beberkan kepada yang lain!

Tiada bedanya kau dengan setan
Tiada kau punya hati manusiawi
Tiada rasa peduli dirimu dengan sahabatmu
Ternyata selama ini ,aku telah salah menilaimu.

Aku tau kau tak senang denganku !
Tapi tak ada salahnya kan,jika kau menghargaiku ?
Mungkin tak enak untuk dirimujika tak mengkhianatiku !
Saking bencinya kau padaku
Sampai tak ada rasa bersalahmu !

Sahabat yang dulu seperti mutiara
Ternyata setanlah sifatnya :(

Profil Lengakap Eza Gionino

Biodata Lengkap dan Foto Eza Gionino - Biodata Lengkap dan Foto Eza Gionino, Biodata Eza Gionino. Eza Gionino lahir di Samarinda, 10 Mei 1990. Eza Gionino di kenal sebagai pemeran FTV dan sinetron seperti Putih Abu-abu dan Putih Abu-abu 2,  yang berperan sebagai Kelvin.

Biodata Lengkap dan Foto Eza Gionino


Nama Lengkap : Eza Gionino
Tempat Tanggal Lahir : Samarinda, Kalimantan Timur, 10 Mei 1990 (Umur 23 thn)
Agama : Islam
Zodiak : Taurus
Pekerjaan : Aktor, Model

Sinetron :
  • *Idola
  • *Bawang Putih Bawang Merah
  • *Cinderella Boy
  • *Legenda
  • *Dia Bukan Cinderella
  • *Zahra
  • *Andra Cari Cinta
  • *Cintaku
  • *Bayu Cinta Luna, sebagai Ivan
  • *Putih Abu-abu, sebagai Kelvin
  • *Putih Abu-abu 2, sebagai Kelvin
Film :
  • *Bestfriend (2008)
  • *Oh Baby (2008)
Video Klip :
  • *Mungkin (Ardina Rasti)
Iklan : 
  • *Izzi Body Mist (2008)
  • *IM3 (2012)
Foto Eza Gionino :






Rabu, 15 Mei 2013

puisi



SEBUAH CINTAKU UNTUKMU SAHABAT

Jika sebuah kata adalah harapan
Jika sebuah mimpi menjadi kenyataan
Kata cintaku untukmu hayalah
Rindu yang mugkin jadi kenyataan
Itulah impian yang aku harapkan
Impian dapat bersamamu lagi
menghabiskan waktu dengan hal menyenangkan
Hal yang tak bias aku lupakan
Saat-saat indah yang ku lalui dengan dirimu
Berlari-larian mengelilingi pekarangan
Bersembunyi dibalik pepohonan
Mencari-cari bermacam bebatuan
Untuk sebuah permainan yg lucu
BATU TUJUH” namanya J
Tanda cinta kita bersama
telah kutuangkan dalam sebuah ikatan
ikat persahabatan diantara aku ,kamu, dan dirinya
Penukaran buku satu sama lain
Telah membuat ingatanku pulih tentang dahulu
Tentang ikatan persahabatan
Yang takkan pupuh oleh apapun itu J